apitmulyana.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kata-kata Kenangan


Kata-kata ini ku peroleh saat ku masih bersama dia, yang selama ini saya kumpulkan dan akhirnya kini saya bisa berbagi dengan kalian. Lewat laman ini ku hanya ingin mengabadikannya.
semoga anda menikmati yaah.... :-)
Dalam susah kita selalu bersama, menjalani semua kisah kenangan cinta kita.
Berbagi rasa antara suka dan duka.
Susah, senang kita selalu bersama berjanji demi cinta kita.
Kau adalah yang terindah dalam hidupku yang selalu menemani ku di dalam hidup ini.
Ibarat harta kau adalah berlian dalam cintaku.
Ibarat lautan kau adalah terumbu karang yang kokoh berdiri.
Ibarat kebun kau adalah bunga yang tak pernah layu di hatiku.
Dan kata-kata ini, ku persembahkan untukmu.

Sepi bukan berarti hilang.
Diam bukan berarti lupa.
 Jauh bukan berarti putus.
Aku punya dua mata yang tak selalu melihatmu.
Aku punya dua tangan yang tak selalu bisa menyentuhmu.
Aku punya dua kaki yang tak selamanya bisa berjalan di sampingmu.
Tetapi aku punya hati yang selalu mengingat dan mencintaimu.

Tak akan ada yang pisahkan kita, sekalipun aku telah tiada.
Akan ku pastikan ku akan memeluk, menciummu di surga.
Jangan kau pergi tinggalkan aku, bawa aku kemana kamu mau.
Janjiku pada mu.
Jiwa dan ragaku.
Mati pun aku mau.

Walau aku di sini dan engkau di sana.
Melepas rindu lewat telephone saja.
Yakinlah padaku, ku tak akan berani mendua.
Hatiku hanya milikmu saja.

Melihatmu tersenyum adalah impianku.
Melihatmu bersedih adalah mimpi burukku.
Mengenalmu adalah hal terindah dalam hidupku.
Aku mengenalmu lewat hati, bukan lewat mata.
Aku menyukaimu dengan rasa, bukan dengan kata.
Aku mencintaimu dengan tulus, bukan dengan khayalan.
Seindah bunga, sedamai kalbu.
Seindah surga, seindah aku menyayangimu.

Musim telah berganti.
Waktu telah berlalu tapi ku selalu menantimu.
Jika malam minggu datang lagi, kadang dalam hati terasa iri.
Melihat semua teman berpasang-pasangan.
Ingin aku punya pacar baru.
Tapi ku sadari, ku tak sendiri lagi.
Izinkan aku untuk selingkuh, untuk sementara kau jauh.
Dan bila kau kembali nanti, selingkuh ini pasti ku akhiri.
Karena kau yang ku cinta.
Karena kau yang terindah.
Karena kau yang aku sayang.

Dengarlah aku, cerita hatiku, cerita tentangmu.
Aku mau ikhlas, ikhlas menyayangimu.
Cukup aku dan tuhan yang tau.
Aku telah berjanji menyayangimu lahir dan batinku.
Aku telah berjanji mendampingimu lahir dan batinku.
Andat kau tau, aku siap mati untukmu.
Jiwa dan ragaku.
Cukup aku dan tuhan yang tau.

Cinta...
Kenapa begitu sangat sulit tuk di mengerti.
Kenapa di saat ku ingin menyayangi seseorang dia malah pergi.
Betapa sedih hatiku ini, ketika dia jauh dariku.
Cinta...
Ku ingin dia tau.
Ku ingin dia mengerti.
Betapa ku sangat mencintainya.
Meskipun kini ku belum bisa memilikinya.

Tak seharunya cinta itu...
Memperberat beban dosa di pundakmu.
Menjadi ajang melampiaskan nafsumu.
Memenuhi hidupmu dengan galau selalu.
Melenakan dari titah Penciptamu.
Hingga mengorbankan masa depan akhiratmu.
Seharusnya cinta itu...
Mendekatkan dirimu pada penciptamu.
Makin membuat tenang hidupmu.
Menyatukanmu di akherat bersama kekasihmu.
Karena,
Kau cintai Dzat yang menciptakan dirimu.
Kau cintai orang yang mencintai Penciptamu.
Dan kau cintai apa dan siapapun karena Allah.

Cinta itu bukan tentang jarak yang memisahkan kita.
Tapi lebih pada melatih kita tentang adanya saling menjaga kepercayaan.

Tatkala cinta sejati menemukan kekecewaan.
Janganlah terucap kata kecewa.
Cinta sejati sebenarnya adalah,
Rela mengorbankan hati untuk tersakiti.

Dalam cinta, keheningan lebih berarti dari pada banyak bicara namun berdusta.
Sebab cinta awalnya bukan berupa kata melainkan rasa.

Jangan pernah kau lari dari cinta.
Bersyukurlah...
Karena siapa tau,
Suatu saat kamu yang mencarinya.
Suatu saat kamu yang membutuhkannya.
Terkadang hukum karma itu berlaku.

Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang.
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita.
Melainkan,
Kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya.

Cinta itu bahagia tapi menyakitkan.
Cinta tak harus memiliki.
itu bohong,
Semua orang ingin memiliki.
Bahkan terkadang merasa harus memiliki.
Dengan melihat orang yang di cintai bahagia, kitapun ikut bahagia.
Itu bohong,
Kita pasti hanya pura-pura bahagia.
Di saat itu kita menjadi orang munafik.
Lebih baik di cintai dari pada mencintai.
Itu salah,
Saat di cintai kita hanya merasa bangga.
Namun saat mencintai, kita dapat merasakan cinta yang sesungguhnya.

Kehidupan adalah teka-teki yang harus di jalani dengan hati-hati.
Andai hati dapat saling mengerti,
Tak akan ada hati yang dapat tersakiti.
Andai hati dapat berbicara,
Tak akan ada hati yang dapat berdusta.
Andai hati dapat saling setia,
Tak akan ada hati yang kecewa.
Begitu pula cinta.
Ibarat janji yang di buat dalam hati.
Tak dapat di tulis.
Tak dapat di baca.
Namun tak akan terpisah oleh jarak.
Tak akan berubah oleh masa.
Sedetik di mata, selamanya di jiwa.

Ketika kita minta pada tuhan setangkai bunga segar,
Tuhan beri kaktus berduri.
Kita minta kupu-kupu,
Tuhan beri ulat berbulu.
Kita sedih dan kecewa.
Namun kemudian,
Kaktuspun berbunga indah,
Dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.
Itulah jalan tuhan indah pada waktunya.
Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan.
Tapi tuhan memberi apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka.
Tapi jauh di atas segalanya,
Tuhan sedang merajut yang terbaik dan yang terindah.
Dalam kehidupan kita.

Suatu hari burung jatuh cinta pada mawar putih.
Burungpun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata “aku tak akan pernah bisa mencintaimu”.
 Burung tak menyerah,
Setiap hari dia datang untuk bertemudengan mawar putih.
Akhirnya, Mawar putih berkata.
“aku akan mencintaimu, jika kamu dapat mengubahku menjadi mawar merah”.
Dan suatu hari burung datang kembali.
Dia memotong sayapnya dan menebarkan darahnya pada mawar putih.
Hingga mawar berubah menjadi merah.
Tetapi burung telah mati.
Akhirnya mawar sadar betapa besar burung mencintainya.
Namun semua terlambat, karena burung tak akan pernah bisa kembali lagi.
NB: Hargailah siapapun yang mencintaimu. Sebelum dia pergi untuk meninggalkanmu.

Cinta ibarat pohon yang tumbuh di hati.
Tonggaknya adalah menghinakan diri di hadapan yang di cintai.
Batangnya adalah ma’rifah kepadanya.
Dahannya adalah rasa takut.
Daunnya adalah rasa malu.
Buahnya adalah taat.
Dan air yang menyuburkannya adalah Dzikir kepada-Nya.
Tatkala cinta kehilangan salah satu di antara hal tersebut,
Maka hilanglah sifat kesempurnaannya.
(Menjadi kekasih Allah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

Perjuangan untuk mendapat cintamu tak akan berakhir.
Terus mengalir bagai air sungai ke satu tujuan.
Terus berhembus bagai angin yang bergerak bebas.
Terus membara bagai matahari yang bergelora.
Bagai ketulusan cinta yang  mengalir, berhembus & membara dalam hidupku.

Kesedihan, sangat dekat dengan cinta.
Di saat hati merasa rapuh,
Hanya sentuhannya  yang didamba.
Tak ada kata, tak ada suara.
Cintalah yang bicara.
Dua hati di dalamnya.

Jika esok aku tak mengabarimu.
Itu bukan berarti aku membencimu.
Tapi karena mungkin kehadiranku meresahkan hatimu.
Lenyap tak berarti bila ada yang kan merindukanmu.
Rindu tuk hiasi setiap mimpi indahmu.
Bahagia untuk mencintaimu.
Tersenyumlah dan temukan cintamu.

Jangan kunci hati seseorang,
Jika kamu tak punya kuncinya.
Jangan pernah genggam tangannya,
Jika kamu berniat melepasnya.
Jangan pernah mengaku cinta,
Jika kamu akan meninggalkannya.
Jangan katakan sayang,
Jika kamu punya yang lain.
Jangan bilang satu-satunya,
Jika kamu ingin mendua.
Jangan pernah sia-siakan orang yang kamu sayang.
Sebelum kamu benar-benar kehilangan dia tuk selamanya.

Cinta itu bukan apa yang di pikirkan oleh akal.
Bukan sepenuhnya apa yang kita peroleh dari materi.
Tapi cinta adalah apa yang di rasakan oleh hati.
Juga apa yang kita peroleh dari sebuah pengertian dan kasih sayang.

(AMF091011-181112)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS